FASE PERKEMBANGAN ANAK USIA 0 SAMPAI 7 TAHUN



KARAKTERISISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

A. KARAKTERISTIK UMUM
Usia dini merupakan masa perkembangan yang menentukan perkembangan masa selanjutnya. tahap-tahap perkembangan pada individu terbagi menjadi 4 tahapan yaitu:

1.sensorimotorik (0-2 tahun)
perkembangan anak mengalami dunianya melalui gerak dan indranya. Tahap sensorimotorik terbagi menjadi 6 tahapan, diantaranya:

a. refleks (0-1 bulan):bersifat spontan/tidak sengaja seperti menangis, menggerakkan tangan,kepala dll.
b. Kebiasaa (1-4 bulan):tahap mencoba-coba dan mengulang-ulang suatu tindakan, bayi mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan seperti mengisap ibu jari, menggerakkan kepala ke sumber suara yang ia dengar.
c. Reproduksi kejadian menarik (4-8 bulan):bila seorang anak dihadapkan pada sebuah benda yang dikenal seringkali hanya menunjukkan reaksi singkat dan tidak mau memperhatikan agak lama. Ini diartikan sebagai suatu pengiyakan akan berarti benda itu seakan ia mengetahuinya.
d. Koordinasi skemata (8-12 bulan): seorang bayi mulai mebedakan antara saran dan hasil tindakannya, bayi sudah dapat mencari benda yang tersembunyi.
e. Eksperimen (12-18 bulan): pada periode ini mulainya anakmengembangkan cara-cara baru untuk mencapai tujuan dengan cara mencoba-coba. Contohnya memasukkan benda-benda asing kedalam lubang hidung dan telinga.
f. Refresentasi (18-24 bulan): seorang anak mulai dapat menggambarkan suatu benda dan kejadian dan dapat menyelesaikan suatu persoalan dengan gambaran tersebut. Berfikir melalui peerbuatan(gerak) dan mulai menemukan cara-cara baru.

2. praoperasional (2-7 tahun)
anak mulai merepresntasikan dunia dengan menggunakan kata-kata bayangan dan gambaran. Tahap praoperasional terbagi menjadi 2 tahap yaitu:

a. prakonseptual (2-4 tahun): pada tahap ini anak-anak mulaimengelompokkan benda-benda dalam kelompok tertentu berdasarkan kemiripannya, tetapi mereka melakukan banyak kesalahan karena konsep mereka. Misalnya semua lelaki adalah ayah, anak bersifat egosentris ketika berkomunikasi mereka akan terus berbicara tanpa mengharapkan saling mendengarkan atau saling menjawab.

b. Intuitif (4-7tahun): anak memecahkan masalah secara intuitif bukan berdasarkan kaidah, logika tetapi berdasarkan pada persepsi pengalaman pribadi, bukan pada penalaran, anak mengaitkan pengalaman yang ada pada dunia luar dengan pengalaman pribadinya. Anak mengira bahwa cara berfikirnya dan pengalamannya dimiliki oleh orang lain juga. Misalnya jika anak melihat gambar yerbalik dari sisi arah meja satu, maka ia juga mengira temannya yang berhadapan pada sisi lain dari meja akan melihat gambar itu terbalik pula. Anak mengira bahwa benda-benda tiruan memiliki sifat-sifat yang sebenarnya, misalnya perlakuan anak terhadap boneka sama dengan anak yang sebenarnya (diberi makan, diajak berbicara, ditidurkan dll).
Ditahap
usia dini adalah fase praoperasinal dimana anak masih bersifat egosentris, unik, aktif dan energik, rasa ingin tahu kiat dan antusias terhadap banyak hal, eksploratif dan berjiwa petualang, spontanitas, senang dan kaya akan fantasi, masih mudah frustasi, masih kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu, daya perhatian yang pendek, bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman, dan semakin menunjukkan minat terhadap teman. secara umum karakteristik perkembangan anak usia dini diantaranya:
a. fisik
adalah faktor yang terjadi secara alami pada tubuh setiap individu, secara fisik diusia prasekolah perkembangan fisiknya sangat aktif, dapat mengoordinasikan mata dan tangan, melempar, menangkap, meloncat, melompat, menggambar,dan menulis, dapat belajar berbagai keterampilan tangan sederhana. keterampilan fisik terbagi 2 yaitu:
1) motorik halus
yaitu kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Syaraf motorik halus dapat dirangsang atau dilatih dan dikembangkan melalui permainan puzle, menyusun balok dll. perkembangan motorik halus diusia dini terbagi menjadi:
- 0-12 bulan : memegang, mengambil, dan melempar benda seperti balok, memegang botol susu dalam mulutnya, dan bertepuk tangan
- 1-3 tahun: mencoret-coret dengan alat tulis dan menggambar bentuk-bentuk sederhana (garis dan lingkaran tak beraturan), bermain dengan balok.
- 4-7 tahun: dapat mengurus sendiri, belajar menggunting, menjahit sederhana, melipat kertas sederhana.

2) Motorik kasar
Yaitu gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagaian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Perkembangan motorik kasar diusia dini sebagai berikut:
- 0-12 bulan: mengangkat kepala, membalikkan badan, merangkak, duduk dan berdiri, berjalan sendiri beberapa langkah.
- 1-3 tahun: dapat berjalan dengan lancar, mencoba memanjat ketinggian (kursi, meja atau tangga), aktif dan energik.
- 4-7 tahun: berlari dengan cepat, naik tangga, melompat ditempat, dapat bangun dari tidur tanpa berpegangan, eksploratif dan berjiwa petualang.

b. Bahasa
Perkembangan bahasa yang normal pada usia praoperasional minimal mengenal 10 kata tunggal pertama. Tahapan perkembangan bahasa pada anak diantaranya:
- 0-12 bulan: menangis, mengoceh,bereaksi ketika namanya dipanggil.
- 1-3 tahun: mengucapkan kalimat terdiri dari dua kata, dapat menggunakan bahasa insyarat, mengerti perintah sederhana, dapat menyebut nama dirinya, dapat menggunakan kalimat tanya (apa ini?), dan mengerti larangan (jangan!), belajar mengenal warna dll.
- 4-6 tahun: menyebutkan nama jenis kelamin,umur dan alamat rumah, berbicara lancar dengan kalimat sederhana, dapat menggunakan pertanyaan dan menjawab, senang mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana.

3) Kognitif (daya cipta)
Merupakan sesuatu yang merujuk pada perubahan-perubahan proses berfikir sepanjang siklus kehidupan pada anak.
- 0-12 bulan: mengamati mainan, mengenal dan membedakan wajah ayah dan ibu, memasukkan benda kedalam mulut.
- 1-3 tahun: mulai mengenal benda milik sendiri, mulai mengenal konsep warna dan bentuk, meniru perbuatan orang lain, menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dengan banyak bertanya, mengenal mahluk hidup.
- 4-6 tahun: dapat menggunakan konsep waktu, dapat mengelompokkan benda-benda berbagai cara(warna, ukuran, bentuk),mengenal bermacam-macam rasa, bau, suara, ukuran dan jarak, mengenal sebab akibat, dapat melakukan uji coba sederhana, mengenal konsep bilangan, mengenal bentuk-bentuk geometri, mengenal alat untuk mengukur, mengenal penambahan dan pengurangan dengan benda-benda.

3) Sosial-emosi
Proses interaksi anak terhadap lingkungannya masih bersifat individual atau egosentris, adapun tahapan perkembangannya sebagai berikut:
- 0-12 bulan: membalas senyuman orang lain, menangis sebagai reaksi terhadap perasaannya yang tidak nyaman, tertawa dan menjerit karena gembira, mengenal wajah anggota keluarga.
- 1-3 tahun: dapat berinteraksi sosial dengan anggota keluarga atau berkomunikasi dengan orang-orang yang dikenalinya, menunjukkan reaksi emosi yang wajar (marah, senang, sakit, takut),egosentris, spontan, mudah frustasi.
- 4-6 tahun: tenggang rasa, bekerja sama, dapat bermain atau bergaul dengan teman, dapat berimajinasi, mulai belajar berpisah dari orang tua, mengenal dan mengikuti aturan, merasa puas dengan prestasi yang diperoleh, menunjukkan reaksi emosi yang wajar.

4) Seni
Anak diusia pasca lahir belum nampak jiwa seninya namun ada potensi yang bisa kita kembangkan.
- 0-12 bulan:-
- 1-3 tahun: dapat bertepuk tangan, melakukan gerakan mengikuti irama musik, bernyanyi dengan bimbingan orang tua atau guru.
- 4-6 tahun: meronce dengan manik-manik besar, menggambar bebas, mewarnai, menganyam sederhana.

5) Moral spiritual
Sama dengan seni, potensi moral anak dapat dikembangkan melalui bimbingan orangtua yang memperkenalkan nilai-nilai moral dalam berinteraksi.
- 0-12 bulan:-
- 1-3 tahun: dapat meniru ucapan doa-doa pendek, dapat mengikuti gerakan-gerakan shalat.
- 4-6 tahun: sudah mampu mengucapkan doa, mengenali gerakan shalat dan bacaannya, sudah mengetahui tutur sapa yang sopan dan tata krama, mampu menghafal surah-surah pendek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari

CARA AGAR PROKER KKA SUKSES DAN DISUKAI MASYARAKAT DESA