TATA CARA PELAKSANAAN MAGANG I
MAGANG
Program
Magang merupakan kegiatan akademik yang tercantum dalam kurikulum semua program
studi yang ada di lingkungan FKIP guna menghasilkan pendidik yang unggul dan
berkualitas dan memiliki empat kompetensi pendidik seperti, kompetensi
profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi keperibadian, dan kompetensi
sosial. Program Magang 1 dan 2 memiliki 2 sks dan magang 3 memiliki 2 sks dan
dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Terkait dengan hal ini, FKIP melaksanakan
Program Magang. Ini secara bertahap, yaitu Magang 1 dilakukan di semester III,
Magang 2 dilakukan di semster V, dan Magang 3 dilakukan di semester VII. Hal ini
dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada calon pendidik
disetiap program magang yang berbeda-beda.
Magang 1 yang diikuti oleh mahasiswa semester III, bertujuan
membangun landasan jati diri pendidik dan menghasilkan pendidik pemula yang
unggul dalam kecerdasan spritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk
penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah mupun di luar
sekolah dengan cara:
1. Pengamatan
lansung kultur sekolah.
Pengamatan ini dilakukan oleh mahasiswa di lokasi
tempat mereka magang selama kurang lebih 1 minggu, adapun yang menjadi sasaran
pengamatan culture sekolah yakni berupa identitas sekolah, visi misi, guru,
siswa, sarana dan prasarana, manajemen
kependidikan, kurikulum, pengembangan diri, kedisiplinan, program unggulan, dan
prestasi siswa.
2. Pengamatan untuk
membangun kompetensi profesional, pedagogik,
keperibadian, dan sosial.
Obyek pengamatannya adalah guru, berikut penjelasannya:
a.
kompetensi
professional: adalah profesionalisme seseorang terhadap profesinya, sama halnya
seperti seorang dokter yang professional makan harus lulusan kedokteran,
memiliki izin praktek, dan memiliki kelengkapan profesinya. Begitupun seorang
guru harus dari lulusan keguruan, sebelum mengajar harus memiliki RPP, rubric penilaian,
penguasaan bahan ajar, memiliki konsep keilmuan, pengelolaan kelas yang baik, kemampuan
menggunakan media, dan mampu mendesain lingkungan fisik kelasnya yang sesuai
dengan tingkatan kebutuhan siswanya.
b. Kompetensi
pedagogik: merupakan seni atau kemampuan dalam mengajar, untuk itu guru
patutlah menguasai berbagai keterampilan mengajar, menguasai berbagai model
pembelajaran, mengetahui pendekatan yang tepat digunakan dalam menghadapi
berbagai karakteristik siswanya, mengenal siswanya dengan baik, menguasai teori-teori
pendidikan, mampu menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan. 1. Kesiapan
mengajar dan perangkat pembelajarannya a. Prosem, prota, silabus, RPP, media b.
Penguasaan materi c. Metode pembelajaran 2. Kemampuan menggunakan teknologi
komunikasi dan informasi penguasaan media pembelajaran 3. Mengenali keunggulan
dan kelemahan peserta didik mengerti dan mengenal pribadi siswa dari sisi
kognitif, afektif, dan psikomotorik 4. Penguasaan materi, pendekatan, strategi,
metode, dan media pembelajaran a. Pemilihan materi yang sesuai dengan kondisi
peserta didik b. Variasi dan inovasi pembelajaran. 5. Kemampuan mengevaluasi
hasil pembelajaran a. Instrumen penilaian b. Kesesuaian instrumen penilaian
dengan indikator.
c. Kompetensi
kepribasian: mencakup pribadi seorang guru yang menjadi panutan bagi seluruh
siswanya, untuk itu guru harus menjadi model terbaik bagi siswanya dengan
memiliki daya tarik dan enak dipandang, memiliki sikap positif, disiplin, tutur
sapa yang baik dan santun, sabar dan ikhlas.
d. Kompetensi
sosial: melihat interaksi yang terjalin anatar guru dengan kepala sekolah, guru
dengan guru, guru dengan siswa dan antar
sesama siswa dengan melihat bagaimana tanggu jawab sebagai warga sekolah, peran
dalam kehidupan bersama, peduli, mampu memberi solusi dan memiliki sikap
kepemimpinan. Kompetensi sosial juga melihat bagaiman interaksi atau
keterlibatan antara pihak sekolah dengan
orang tua siswa,
aktivitas dan rutinitas warga sekolah
(kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekolah) di lingkungan sekolah:
pelaksanaan kegiatan sekolah ekstrakurikuler dan nonkurikuler.
Interaksi (hubungan timbal
balik/komunikasi) guru dan siswa di dalam kelas: a. Jenis interaksinya (cthnya:
searah, dua arah) b. Bentuk interaksinya (cthnya: tanya jawab, diskusi,
musyawarah) c. Tindakan guru terhadap siswa (cthnya: menjelaskan materi,
bimbingan mengerjakan tugas) d. Bahasa yang digunakan dalam interaksi.
Interaksi warga sekolah di
lingkungan sekolah a. Interaksi kepala sekolah dengan guru, karyawan, siswa,
dan orang tua siswa. b. Interaksi guru dengan karyawan, siswa, dan orang tua
siswa. c. Interaksi karyawan dengan siswa dan orang tua siswa d. interaksi
siswa dengan siswa e. Interaksi siswa dengan tamu sekolah. Aktivitas warga
sekolah dalam mendisiplinkan siswa baik di dalam maupun di luar kelas. a.
Pengamatan terhadap peraturan/tatatertib sekolah b. Sosialisasi tatatertib c.
Respon siswa terhadap peraturan d. Respon warga sekolah terhadap respon siswa.
3. Pengamatan
untuk memperkuat pemahaman peserta didik.
Peserta didik ikut diamati dalam kegiatan magang ini,
pengamatan ini dilakukan didalam kelas ketika proses belajar mengajar
berlangsung dengan melihat bagaimana respon siswa dalam aktifitas belajarnya,
mulai dari kesiapan siswa dalam mengikuti proses belajar, perhatian siswa
ketika guru memberikan arahan, aktivitas dan kreatifitas siswa, respon siswa
dalam menerima tugas ataupun perintah dari gurunya, interaksi siswa dalam
berkelompok, kemampuan siswa berkomunikasi didepan kelas, dan perilaku positif
maupun negative siswa selama proses belajar itu berlangsung.
4.
Pengamatan
langsung proses pembelajaran di kelas
Pengamatan proses belajar mengajar dikelas diamatai
mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Setiap tahapan yang
dilakukan oleh guru diamati secara cermat apa saja yang dilakukan oleh guru
dengan rujukan dari RPP dengan melihat a. Ketepatan waktu
dalam memulai dan mengakhiri pelajaran sesuai jadwal b. Persiapan yang
dilakukan sebelum memulai kegiatan pembelajaran c. Kegiatan pembelajaran yang
mendidik di kelas , di lab, dan di lapangan d. Mengamati berbagai kegiatan
pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk
kreativitas yang dilakukan guru e. Evaluasi, refleksi, dan penutup pembelajaran
yang telah dilaksanakan guru.
5.
Refleksi
hasil pengamatan proses pembelajaran
Berikut susunan laporan magang I:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Tujuan dan manfaat kegiatan
C. Tempat dan waktu pelaksanaan
D. Rancangan kegiatan
E. Metode pengumpulan data
BAB II
PELAKSANAAN
A. Profil dan culture sekolah
1. Identitas sekolah
2. Visi misi sekolah
3. Jumlah guru dan siswa
a. Jumlah guru sesuai bidang studi
b. Jumlah guru tersertifikasi
c. Jumlah guru memgikuti suatu organisasi
d. Keterlibatan guru dalam seminar
B. Tata tertib
C. Sarana dan prasarana
D. Tugas dan wewenang pejabat struktural sekolah
E. Tugas dan renstra sekolah
F. Prestasi sekolah
G. Program unggulan
BAB III
HASIL
PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pelaksanaan
1. Deskripsi hasil pengamatan langsung culture sekolah
2. Deskripsi hasil pengamatan untuk membangun
kompetensi guru
3. Deskripsi hasil untuk memperkuat pemahaman murid
4. Deskripsi hasil pengamatan langsung proses
pembelajaran di kelas
5. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran
B. Pembahasan
BAB IV
KESIMPULAN DAN
SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran

Komentar
Posting Komentar