10 cara jitu mendidik anak agar mandiri

Menjadi orang tua adalah hal terindah dalam hidup berumah tangga, lahirnya malaikat kecil menjadi pengikat tali cinta kedua orang tuanya. Namun tanggung jawab sebagai orang tua dalam membesarkan anak jauh lebih penting dan memerlukan kesabaran ekstra. 

Ayah dan ibu tidak hanya sekedar membesarkan anak melalui tumbuh kembangnya namun secara psikologi orang tualah sebagai ujung tombak dalam perkembangan karakter dan kebiasaan anak, ayah dan ibunya menjadi model utama yg jadikan tiruan, maka patutlah sebagai ayah dan ibu yang baik mengetahui bagaimana menyikapi dan menghadapi stiap fase perkembangan anak agar tumbh menjadi anak yang mandiri.
Baca juga: tahap-tahap perkembangan anak

Berikut 10 tips jitu dalam mendidik anak agar menajdi anak yang mandiri :

  1. Berikan Tanggung jawab kepada anak
      Biasakan berikan tanggung jawab kepada anak, agar mereka merasa dibutuhkan dan dipercayakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikannya. Mulailah dari hal2 kecil seperti memasang kancing bajunya sendiri dengan arahan ayah/ibunya, membereskan mainannya sendiri ditempat mainan seperti semula dll. Hal ini bisa anda mulai latih ketika anak berumur 2 tahun keatas. Tantangan terbesarnya adalah melawan rasa lelah ayah/ibu dalam mendampingi putra putrinya, namun ketika mereka sudah terbiasa maka akan memudahkan dan mengurangi tugas ayah/ibu dalam mengurus hal-hal detail anak.

2. Percaya pada setiap usaha anak
     
        Banyak anak enggan melakukan hal-hal kecil yang dianggapnya gampang karena ayah/ibunya tidak mempercayakan hal-hal itu kepada sang anak, misalnya ayah/ibu tidak membiarkan anak membereskan sendiri mainannya karena caranya menyusun mainan tidak tersusun rapih di rak mainan, alhasil kebiasaan ini akan anak bawa hingga ia dewasa nanti, akan acuh dengan kondisi kamarnya yang berantakan bahkan cenderung jorok. Kepercayaan diri anak akan terkikis apabila hal kecil saja ayah/ibu tidak mempercayainya, ajari sang anak cara merapihkan yang benar, jangan bosan memberikan contoh yang baik, hargailah setiap usaha yang telah mereka lakukan.

3. Berikan Contoh yang baik

          Anak merupakan peniru ulung, ayah/ibu harus berhati-hati dalam bersikap maupun bertutur sebab pengalaman awal yang mereka tangkap adalah dari orang-orang di sekitarnya terutama ayah dan ibunya. Ajari anak untuk membiasakan hidup mandiri, berusaha dulu dengan kemampuan yang ia miliki, jika ia tak mampu barulah meminta bantuan dari orang-orang disekitarnya. Jadikan ia anak yang tidak serba mengandalkan tenaga orang lain, hal ini bisa ia membiasakan diri mulai dari rumah misalnya menyimpan sendiri piring/gelas kotor yang sudah ia gunakan ditempat pencucian piring, jika ia sudah memasuki usia SD maka sudah bisa diajarkan tahap selanjut agar membersihkan atau mencucinya sendiri, namun ayah/ibu harus mencontohkannya terlebih dahulu yah. Dari hal-hal yang sering ia jumpai dalam kesehariannya dan menjadi rutinitas wajib maka anak akan merekam kedalam alam bawah sadarnya sehingga mereka dengan mudahnya melakukan hal yang sama seperti ayah/ibunya.

4. Berikan reward atau pujian

        Ketika anak telah menyelesaikan suatu tugas atau melakukannya dengan kesadaran sendiri maka jangan bosan-bosan berikan pujian yah ayah/ibu agar mereka merasa diperhatikan dan dibanggakan. Sesekali berikan hadiah yang mereka inginkan agar terus mau belajar dan berbuat yang baik tanpa menyusahkan orang lain. Mungkin bisa memberikan hadiah liburan atau dalam bentuk benda yang mereka impikan, hal ini akan membuat anak lebih semangat dan merasa diperhatikan loh!

5. Jangan membandingkan anak anda dengan orang lain

       Masing-masing anak memiliki kelebihan dan kekurangannya, jangan sekali-kali membandingkan anak anda dengan temannya atau orang lain, apalagi membanggakan temannya atau orang lain dihadapannya, anak akan kehilangan rasa percaya dirinya dan bukannya membaik tapi malah memburuk dan timbul rasa tak pedulinya. 

6. Jangan memanjakan anak secara berlebih

        Tidak ada orang tua yang tak sayang pada anaknya, namun memanjakan anak secara berlebih juga tidak baik karena akan membuat anak memiliki ketergantungan yang tinggi pada ibunya, kurang percaya diri, serba harus bantuan ayah/ibunya, dan cenderung manja/cengeng. Tentu hal ini akan membuat anak tidak mandiri dalam hidupnya, karena apapun yang ia inginkan dan butuhkan pasti akan dipenuhi dan dibantu oleh ayah/ibunya. Dimanjakan boleh namun harus ada batasnya yah moms!

7. Tegas terhadap peraturan yang sudah disepakati anatara ayah/ibu dengan anak

        Jangan lupa tegas dalam menerapkan perjanjian yah moms dengan sibuah hati, jangan tarik ulur sehingga tidak konsisten dengan perkataan, misalnya si anak merengek minta dibelikan mainan sementara mainan yang baru dibelinya saja kemarin belum sempat dimainkannya, padahal janjinya saat membeli mainan itu adalah tidak lagi membeli mainan baru. Maka ayah/ibu tidak boleh kepancing untuk membelikannya lagi, tegaslah bahwa kemarin sang anak sudah berjanji untuk tidak beli mainan baru, meskipun si anak merengek jangan goyah moms, sampaikan saja kepada sang anak motivasi baru dan wejangan agar untuk membeli mainan haru menabung dulu, kalau celengannya udah banyak baru deh boleh beli mainan lagi! Hal ini akan memberikan pelajaran penting kepada sang anak bahwa dalam hidup itu gak boleh boros, beli mainan seperlunya saja, dan juga mengajak anak pandai menabung. Suatu saat ketika mereka sudah dewasa, sang anak akan mandiri dan pandai mengatur keperluan pribadinya moms.

8. Biarkan anak menyelesaikan sendiri masalahnya namun dengan pantauan ayah/ibu

        Membiasakan anak mandiri memang gampang-gampang susah, terkadang kita harus tega terhadap mereka, yah mau gimana lagi sebagai orang tua harus mencoba untuk tega namun tetap kita pantau tanpa sepengetahuannya. Misalnya dalam mengerjakan tugas sekolah biarkan anaknya menyelesaikannya sendiri namun kita pantau perkembangan yang dibuatnya, apabila ada yang keliru barulah kita meluruskannya.

9. Jangan menjudge atau merendahkan anak didepan teman-temannya

       Ketika kepercayaan diri anak hilang maka mereka akan patah arah, ketika mereka patah arah akan mudah masuk hal-hal nehatif yang menghiburnya, lalu cenderung membutuhkan pihak ketiga yaitu teman-temannya dalam melakukan hal yg dianggapnya sulit, karena dia merasa bahwa kemampuannya tak sehebat yang dimiliki temannya. Berkata baiklah ayah/ibu jangan pernah merendahkan kerja keras anak, hargailah setiap titik usahanya karena itu akan memberikannya motivasi dan kepercayaan diri yang tangguh.

10. Pisah tidurkan anak dengan ayah/ibunya jika sudah menginjak usia operasional kongkrit (6 Tahun keatas)

          Ketika anak sudah menginjak usia sekokah dasar awal maka berikan privasi kepada sang anak untuk mengelola sendiri kamar yang dimilikinya, jangan biarkan anak masih ngetek tidur bersmaa ayang/ibu, hal ini dikarenakan untuk menghindari rusaknya psikologi anak ketika menyaksikan atau mendengarkan ayah/ibu bercumbu disampingnya, tak bisa dipungkiri bahwa diusia ini mereka mulai mengenali, mengingat, dan terekam dalam benaknya hal-hal yang berbau sensitif. Disisi lain memisahkan anak dengan kamarnya sendiri akan memberikan tanggung jawab sendiri kepadanya untuk ikut merapihkan dan menjaga kebersihan kamarnya, segala perlengkapannya mereka kelola sendiri tanpa berbaur dengan milik ayah/ibunya.

Itulah beberapa tips untuk menjadikan anak mandiri, semoga bermanfaat untuk kita semua terutama bagi ayah/ibu pemula yang pada intinya pandai-pandailah dalam mnegontrol emosi yang ayah/ibu, perbanyak sabar dan jangan lelah karena anak diusia praoperasional banyak membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra. Ketahuilah bahwa fase itu memang harus ada dan akan terlewati tergantikan oleh fase selanjutnya.
Jadilah ayah/ibu yang nyaman bagi anak-anaknya tempat 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

FASE PERKEMBANGAN ANAK USIA 0 SAMPAI 7 TAHUN

Contoh sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari

CARA AGAR PROKER KKA SUKSES DAN DISUKAI MASYARAKAT DESA