PRINSIP DASAR DAN KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN INDIVIDU DALAM BERBAGAI ASPEK


FASE-FASE PERKEMBANGAN INDIVIDU

1. Sensorimotor = Usia 0 sampai 2 tahun
2. Pra-Operasional = Usia 2 sampai 7 tahun
3. Operasional kongkrit = usia 7 sampai 13 tahun
4. Operasional Formal = usia 13 tahun keatas

PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN MANUSIA
Pengertian perkembangan berbeda dengan pertumbuhan, meskipun keduanya tidak berdiri
sendiri. pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan ukuran dan struktur.
Tidak saja anak menjadi lebih besar secara fisik, tetapi ukuran dan struktur rgandalam otak meningkat.
Akibat adanya pertumbuhan otak anak memiliki kemampuan yang lebih besar untuk belajar,
mengingat, dan berpikir. Sedangkan perkembangan berkaitan dengan perubahan kualitatif dan
kuantitatif yang merupakan deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren. Progresif
menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju dan bukan mundur. Teratur dan
koheren menunjukkan adanya hubungan nyata antara perubahan yang sebelumnya dan sesudahnya.
Pada pembahasan ini akan diterangkan prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991).
Prinsip-prinsip ini merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh
seorang anak, prinsip tersebut adalah :

a. Adanya perubahan.
Manusia tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami perubahan
mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba. Perbuhan tersebut bisa menanjak, kemudian berada
di titik puncak kemudian mengalami kemunduran.
Selama proses perkembangan seorang anak ada beberapa ciri perubahan yang mencolok, yaitu:

 Perubahan ukuran, Perubahan fisik yang meliputi : tinggi, berat, organ dalam tubuh,
perubahan mental. Perubahan mental meliputi : memori, penalaran, persepsi, dan imajinasi.

 Perubahan proporsi, Misalnya perubahan perbandingan antara kepala dan tubuh pada seorang
anak.

 Hilangnya ciri lama, Misalnya ciri egosentrisme yang hilang dengan sendirinya berganti
dengan sikap prososial.

 Mendapatkan ciri baru, Hilangnya sikap egosentrisme anak akan mendapatkan ciri yang baru
yaitu sikap prososial.

b. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya.
Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan sangat berpengaruh kuat terhadap
kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilmiaih telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung
bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya, terdapat 4 bukti yang
membenarkan pendapat ini.

1. Hasil belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam perkembanga anak

2. Dasar awal cepat menjadi pola kebiasaan, hal ihi tentunya akan berpengaruh sepanjang hidup
dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak

3. Dasar awal sangat sulit berubah meskipun hal tersebut salah

4. Semakin dini sebuah perubahan dilakukan maka semakin mudah bagi seorng anak untuk
mengadakan perubahan bagi dirinya.

c. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh proses kematangan yaitu
terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan
genetik individu. Seperti misalnya dalam fungsi filogentik yaitu mmerangkak, duduk kemudian berjalan. Sedangkan arti belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui
belajar ini anak anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan. Hubugan
antara kematangan dan hasil belajar ini bisa dicontohkan pada saat terjadinya masa peka pada seorang
anak, bila pembelajaran itu diberikan pada saat masa pekanya maka hasil dari pembelajaran tersebut
akan cepat dikuasai oleh anak, demikian pula sebaliknya.

d. Pola perkembangan dapat diramalkan
Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu perkembangan
yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan
fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukuk yang kedua
yaitu proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh. Kemampuan jari-jemari seorang anak
akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu.

e. Pola perkembangan mempunyai karateristik yang dapat diramalkan
Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan, ini berlaku baik untuk
perkembangan fisik maupun mental. Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari saatu
tahap menuju tahap berikutnya. Bayi berdiri sebelum dapat berjalan. Menggambar lingkaran sebelum
dapat menggambar segi empat. Pola perkembangan ini tidak akan berubah sekalipun terdapat variasi
individu dalam kecepatan perkembangan.
Pada anak yang pandai dan tidak pandai akan mengikuti urutan perkembangan yang sama seperti anak
yang memiliki kecerdasan rata-rata. Namun ada perbedaan mereka yang pandai akan lebih cepat
dalam perkembangannya dibandingkan dengan yg memiliki kecerdasan rata-rata, sedangkan anak
yang bodoh akan berkembanga lebih lambat.
Perkembangan bergerak dari tanggapan yang umum menuju tanggapan yang lebih khusus.
Misalnya seorang bayi akan mengacak-acak mainan sebelum dia mampu melakukan permainan itu
dengan jari-jarinya. Demikian juga dengan perkembangan emosi, anak akan merespon ketekutan
secara umum pada suatu hal yang baru namun selanjutnya akan merepon ketakutan secara khusus pada
hal yang baru tersebut.
Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan sejak dari pembuahan hingga kematian,
namun hal ini terjadi dalam berbagai kecepatan, kadang lambat tapi kadang cepat. Perbedaan
kecepatan perkembangan ini terjadi pada setiap bidang perkembangan dan akan mencapai puncaknya
pada usia tertentu. Seperti imajinasi kreatif akan menonjol di masa kanak-kanak dan mencapai
puncaknya pada masa remaja. Berkesinambungan memiliki arti bahwa setiap periode perkembangan
akan berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.

f. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan
Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap anak akan megikuti pola yang
dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri. Beberapa anak berkembang dengan lancar,
bertahap langkah demi langkah, sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak, dan pada
anak lain terjadi penyimpangan. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis
dan genetik yang berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi
terhadap perkembangan seorang anak. Misalnya perkembangan kecerdasan dipengaruhi oleh sejumlah
faktor seperti kemampuan bawaan, suasana emosional, apakah seorang anak didorong untuk
melakukan kegiatan intelektual atau tidak. Dan apakah dia diberi kesempatan untuk belajar atau tidak.

Selain itu meskipun kecepatan perkembangan anak berbeda tapi pola perkembangan tersebut
memiliki konsistensi perkembangan tertentu. Pada anak yang memiliki kecerdasan rata-rata akan
cenderung memiliki kecerdasan yang rata-rata pula ketika menginjak tahap perkembangan berikutnya.
Perbedaan perkembangan pada tiap individu mengindikasikan pada guru, orang tua, atau pengasuh
untuk menyadari perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap
anak seharusnya juga berbeda. Demikian pula pendidikan yang diberikan harus bersifat perseorangan.

g. Setiap tahap perkembangan memiliki bahaya yang potensial
Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus, pada setiap usia mengandung bahaya yang dapat
mengganggu pola normal yang berlaku. Beberapa hal yang dapat menyebabkan antara lain dari
lingkungan dari dari anak itu sendiri. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian
fisik, psikologis dan sosial. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak
ada peningkatan perkembangan. Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan
penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan.
Peringatan awal adanya hambatan atau berhentinya perkembangan tersebut merupakan hal yang
penting karena memungkinkan pengasuh (Orangtua, guru dll) untuk segera mencari penyebab dan
memberikan stimulasi yang sesuai.19
Pendapat lain menyatakan bahwa prinip- prinsip perkembangan individu, yaitu :

1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
2. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
3. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
4. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
5. Setiap individu normal akan mengalami tahapan perkembangan.
6. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.
7. Bagaimana pola atau arah perkembangan inidividu

Menurut Paul Baltes ada enam prinsip perkembangan yakni :

a. Perkembangan berlangsung sepanjang hayat.
Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan sepanjang hayatnya, dimulai sejak masa
pranatal, bayi anak usia dini, anak pra sekolah, anak tengah dewasa muda, dewasa madya, dewasa
akhir dan kematian.

b. Perkembangan ditandai dengan kesempatan untuk memilih suatu penga-laman tertentu dan
mengabaikan kesempatan pengalaman yang lain.
Prinsip ini mengindikasikan bahwa perkembangan manusia selalu disertai oleh dua hal yaitu prinsip
memperoleh sesuatu dan prinsip kehilangan sesuatu. Prinsip memperoleh sesuatu adalah bahwa
perkembangan manusia ditandai dengan peningkatan kompetensi, keterampilan dan pengalaman.
Sedangkan prinsip kehilangan sesuatu adalah setiap individu dihadapkan pada berbagai pilihan yang
harus dipilih. Pilihan yang menjadi prioritas merupakan pilihan yang sesuai dengan potensi, minat,
kemampuan dan bakatnya. Oleh karena itu seorang individu hanya akan mengembangkan satu keterampilan tertentu sesuai dengan minat dan bakatnya.Jadi pilihan yang lain tidak mungkin dapat
dengan maksimal.

c. Pengaruh faktor biologi dan sosio-budaya bersifat relatif terhadap perkembangan.
Maksudnya adalah bahwa faktor biologi dan sosio-budaya memiliki pengaruh terhadap perkembangan
psikologis manusia, namun faktor mana yang paling berpengaruh terhadap perkembangan
psikologisnya tidak dapat ditentukan secara pasti.

d. Perkembangan manusia melibatkan berbagai stimulus internal maupun eksternal.
Stimulus internal yaitu rangsangan yang berasal dari dalam diri individu, seperti motif, minat, bakat,
kecerdasan, kreativitas, kepribadian, sifat-sifat dan sebagainya. Sedangkan stimulus eksternal yaitu
rangsangan yang berasal dari luar individu, seperti hadiah, contoh atau teladan, buku, media cetak dan
sebagainya. Kedua sumber stimulus tersebut mempengaruhi individu untuk mengembangkan diri
sesuai pilihan minat dan bakatnya.

e. Perkembangan manusia bersifat fleksibel dan berubah-ubah.
Manusia dapat berkembang sesuai dengan keinginan, motif maupun dorongan dari dalam diri dan juga
dapat berkembang setelah menerima pengaruh dari luar dirinya. Oleh karena itu perkembangan
manusia dapat diarahkan, direncanakan dan dimodifikasi untuk memperoleh perubahan-perubahan yang semakin baik demi optimalisasi potensi individu.

f. Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh konteks sejarah dan sosial budaya.
Perkembangan manusia tidak terlepas dari pengaruh masa lalu. Setiap individu dilahirkan dan
dipelihara oleh orang tuanya. Mereka mendidik, mengajar dan membina anak-anaknya sesuai dengan
latar belakang pendidikan, kemampuan dan pengalaman masa lalunya. Bangsa Indonesia memiliki
pengalaman penjajahan bangsa asing, tentu saja berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak- anak, remaja maupun orang dewasa. (Dariyo, 2007:21-23).

Sementara menurut Jean Piaget ada empat prinsip perkembangan yang
dialami oleh manusia, yaitu:

a. Setiap tahap perkembangan manusia ditandai dengan upaya mencapai keseimbangan hidup.
Setiap manusia memiliki tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangannya. Tugas
perkembangan dari setiap tahap perkembangan akan berbeda dengan tahap perkembangan berikutnya.
Untuk mencapai keseimbangan hidupnya masing-masing tugas perkembangan harus dilaksanakan
dengan baik. Bila seorang individu belum melaksanakan tugas perkembangan dengan baik, maka ia
tidak akan merasa bahagia dalam menjalani kehidupannya.

b. Setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh tahap perkembangan sebelumnya dan
mempengaruhi tahap perkembangan berikutnya.
Setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh tahap perkembangan sebelumnya, yakni masa anak usia
tiga tahun dipengaruhi oleh masa masa bayi, demikian pula masa bayi dipengaruhi masa pranatal.

c. Tahap-tahap perkembangan manusia itu bersifat universal.
Bahwa setiap tahap perkembangan yang dialami oleh manusia adalah sama atau tidak adaperbedaan
antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Masing-masing individu akan mengalami tahap-
tahap yang sama dari sejak masa pranatal, bayi, anak, remaja dewasa dan kematian.

d. Setiap tahap perkembangan sebagai proses menjadi secara integratif (being process). Setiap tahap perkembangan individu berupaya untuk mengoptimalkan potensi-potensinya dengan
sebaik-baiknya. Jadi setiap tahap perkembangan kognitif individu harus dicapai dengan baik sehingga
dapat menopang atau mendukung tahap perkembangan kognitif berikutnya. (Dariyo, 2007:24-25).

Sedangkan menurut Miller prinsip perkembangan manusia itu ada lima prinsip, yaitu :

a. Nature
Perkembangan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor internal (nature) tetapi juga dipengaruhi oleh
faktor eksternal (nurture).

b. Kuantitatif
Istilah kuantitatif mengandung pengertian sebagai perubahan fisik yang cenderung semakin meningkat
atau menurun kapasitas ukurannya. Sementara istilah kualitatif adalah konsep perubahan yang
menyatakan sebagai perubahan kemampuan, keterampilan, keahlian, dan kompetensi dari individu.

c. Normatif
Yang dimaksud asas normatif adalah suatu tahap perkembangan individu yang cenderung mengikuti
pola-pola yang sudah umum sesuai dengan konsep perkembangan secara normal dan formalistik,
aturan-aturan, adat istiadat, sosial budaya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, misalnya, anak
masuk SD umur 6 tahun, masuk SMP 12 tahun, dan seterusnya. Prinsip non normatif adalah suatu
perkembangan individu yang tidak mampu mengikuti asas norma-norma tersebut yang disebabkan
oleh faktor-faktor status sosial ekonomi, kemiskinan, kesehatan, adat istiadat yang kuno dan
sebagainya, sehingga menyimpang dari norma tersebut. Misalnya, setelah tamat SMP seorang remaja
laki-laki atau wanita terpaksa harus menikah dan mempunyai anak.

d. Kesinambungan
Pola perkembangan manusia dapat dipandang secara kontinyu (berkesinambungan) tanpa ada tahapan
yang jelas, tetapi seperti garis lurus, bersifat terus menerus, tanpa jeda, dan tidak terputus, linier dan
berkelanjutan. Disamping itu, juga dapat dipandang secara diskontinyu, yaitu, tahap perkembangan itu
harus melewati tahap-tahap tertentu untuk dapat memasuki tahap berikutnya, karena tahap tertentu
mempengaruhi tahapan berikutnya. Berada pada lima tahapan, yaitu oral (0-1,5 th), anal (1,5-3 th),
phallic (3-5 th), latensi (5-12 th), genital (13 th ke atas).

e. Progresif
Perkembangan progresif adalah suatu konsep perubahan secara fisiologis yang sangat cepat dan
meningkat secara tajam yang dialami pada usia pranatal, bayi, anak, remaja, dan dewasa muda, akibat
makanan bergizi. Perkembangan regresif cenderung ditandai dengan penurunan ukuran fisik, makin
kurus, makin ringan, dan sebagainya. (Agoes Dariyo, 2007: 26-32).

Lebih jauh lagi, dalam bukunya Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (2003) Syamsu Yusuf
merinci beberapa prinsip perkembangan individu sebagai berikut, yaitu :

a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
b. Semua aspek perkembangan saling berhubungan.
c. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan.
d. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
e. Setiap individu normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.
f. Perkembangan mengikuti pola atau arah tertentu.

Dimana pola perkembangan yang dimaksud sebagaimana dikutip dari Yelon dan Winstein yakni
sebagai berikut :

1. Cephalocaudal & proximal-distal (perkembangan manusia itu mulai dari kepala ke kaki dan
dari tengah (jantung, paru dan sebagainya) ke samping (tangan).
2. Struktur mendahului fungsi.
3. Diferensiasi ke integrasi.
4. Dari konkret ke abstrak.
5. Dari egosentris ke perspektivisme.
6. Dari outer control ke inner control. (Yusuf, 2003:17-20).


KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Perkembangan anak berlangsung dalam sebuah tahapan yang relatif teratur di manakemampuan-kemampuan, keterampilan-keterampilan, dan pengetahuan-pengetahuan lanjut anak terbangun atas kemampuan-kemampuan, keterampilan-keterampilan, dan pengetahuan- pengetahuan anak sebelumnya. Riset-riset perkembangan manusia menunjukkan bahwa tahapan-tahapan pertumbuhan dan perubahan anak usia 9 tahun pertama rentang kehidupan relatif stabil dan dapat diprediksikan tahapannya.
Perubahan-perubahan yang dapat diramalkan ini terjadi pada semua bagian perkembangan seperti perkembangan fisik, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan bahasa, dan perkembangan kognitif. Pengetahuan mengenai perkembanganyang khas untuk setiap rentang usia anak membantu para orangtua atau pendidik untuk mempersiapkan lingkungan belajar dan merencanakan tujuan-tujuan kurikulum yang reaslistik dan pengalaman-pengalaman belajar yang tepat menurut perkembangan anak.
A. Karakteristik Peserta Didik

1. Individu Sebagai Peserta Didik
Individu berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang tidakdapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda dari individual yang berarti orang atau perseorangan (Echols,1975: 519). Setiap individu pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan,karena itu merupakan sifat kodrat manusia yang perlu diperhatikan.
Perbedaan makna dari pertumbuhan dan perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangandigunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani.Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhanyang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain itu seiringusianya bertambah,kebutuhan individupun akan juga bertambah.

2. Karakteristik Individu
Sebagai Peserta DidikIndividu memiliki sifat bawaan(heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan sekitar.Menurut ahli psikologi, kepribadian dibentuk oleh perpaduanfaktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik yang bersifat biologis cenderung lebih bersifat tetap,sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan lingkungan.

a. Pengertian dan Karakteristik Kehidupan Pribadi- Pengertian: Kehidupan individu yang utuh, lengkap, dan memiliki cirri khusus/unik.Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek,antara lain:

- aspek emosional
- aspek sosial psikologis
- aspek sosial budaya
- kemampuan intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan.

Karakteristik kehidupan pribadi bersifat khusus,dengan kata laintidak dapatdisamakan dengan individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya.Ia mempunyai harga diri dan berkeinginanuntuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.

b.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan PribadiPer
kembangan pribadi yang menyangkut aspek psikologis dapat ditunjukkan olehsikap dan perilakunya.Menurut ahli psikologi perkembangan kehidupan pribadi manusiadipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan) dan faktor lingkungan (pengalaman). Aliran Nativisme menyatakan perkembanagn pribadi telah ditentukan sejak lahir,sedangkan aliran Empirisme menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi.

c.Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi
Perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan danlingkungan tempat mereka hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu, kepribadian setiap individuakanberbeda-beda sesuai denga sifat badan dankondisi lingkungan hidupnya.

d.Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku
Kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangankehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya sertakejadian-kejadian saat sekarang.Kehidupan pribadi yang mantap akan membentuk perilaku yang mantap pula,sehinggamampu memecahkan berbagai permasalahan hidupnya.

e.Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi
Upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat dilakukan sbb.:
-Membiasakan hidup sehat,teratur,serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.
-Mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
-Sering bersosialisasi dengan masyarakat.
-Melatih cara merespon berbagai masalah dengan baik
-Menghindari sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.
-Disiplin, patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
-Melaksanakan peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
-Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki,baik melalui pendidikan yang formal maupun tidak.Selain itu perlu diciptakan suasana yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta mengefektifkan perkembangan sosial.

B. Pertumbuhan Dan Perkembangan Individual Peserta Didik

Dari berbagai devinisi para ahli diperoleh pernyataan bahwa istilah pertumbuhan tidak bisa dipisahkan secara tajam, namun bila ingin dibedakan maka pertumbuhan lebih menunjukkepada perubahan fisik sedang pekembangan lebih menuju kepada perubahan psikis dimana perubahan-perubahan tersebut terjadi akibat dari kekuatan-kekuatan interen secara otomatisdan kekuatan-kekuatan dari luar.
Istilah pertumbuhan biasa digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuranfisik yang secara kuantitatif yang semakin lama semakin besar atau panjang.Dan istilah perkembangan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan dalam aspek psikologisdan sosial dimana aspek ini meliputi aspek-aspek intelek,emosi,bahasa,bakat khusus nilai danmoral serta sikap.Pokok-pokok pertumbuhan dan perkembangan:

1.Pertumbuhan fisik
Pada dasarnya merupakan perubahan fisik dari kecil atau pendek menjadi besar dantinggi yang prosesnya terjadi sejak sebelum lahir hingga dia dewasa pertumbuhan fisik inisifatnya dapat di indra oleh mata dan dapat di ukur oleh satuan tertentu.

2.Perkembangan Intelektual atau daya pikir
Intelek atau daya pikir seseorang berkembang berjalan dengan pertumbuhan sarafotaknya dalam tahap ini inidividu lebih menonjolkan pada sikap refleknya terhadap stimulardan respon terhadap stimulan tersebut.

3.Perkembangan emosi
Berhubungan erat dengan keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan terutamakebutuhan primer. Jika kebutuhan itu tidak segera dipenuhi, dia akan merasa kecewa dansebaliknya. Kecewa dan puas merupakan perasaan yang mengandung unsur senang dan tidaksenang seperti pada pertumbuhan bayi. Emosi ini merupakan perasaaan yang disertai oleh perubahan perilaku fisik sebagai contoh bayi yang lapar akan menangis dan akan semakinkeras tangisanya jika tidak segera disusui atau diberi makan. Perasaan marah ditunjukan olehreaksi teriakan dengan suara keras dan jika sedang merasa gembira akan melonjak-lonjaksambil tertawa lebar dan sebagainya.

4.Perkembangan Sosial
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, setiap individu tidak dapat berdirisendiri atau membutuhkan bantuan individu lain demi untuk dapat mempertahankankehidupanya. Adapun lingkungan sosial individu dalam peran perkembangannya dimulai darilingkungan keluarga, lingkungan luar keluarga,lingkungan masyarakat selalnjutnya orangyang dikenal semakin banyak dan semakin heterogen dalam berkehidupan sosial. Dalam perkembangannya dia mengetahui bahwa kehidupan manusia itu tidak seorang diri, harussaling membantu dan dibantu, memberi dan diberi dan sebagainya.

5.Perkembangan Bahasa
Fungsi pokok bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan dengansesamanya. Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suarauntuk mnyampaikan isi pikiran dan perasaan kepada orang lain.

6.Bakat Khusus
Seseorang yang memiliki bakat akan mudah dapat diamati karena kemampuan yangdimilikinya berkembang dengan pesat, seperti kemampuan dibidang seni, olahraga, atau ketrampilan.

7.Sikap, Nilai, dan Moral
Adapun masa anak-anak, perkembangan moral yang terjadi masih relatif terbatas.Ia belum menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan benar-salah dan baik-buruk atau inteleknya masih terbatas. Selain itu ia belum mengetahui manfaat suatu nilai dan norma dalam kehidupannya. Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya, ia mulaidikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang. Proses ini dikenal dengan istilah sosialisasi nilai-nilai.


#Copyby: SN Asiyah.2013.Paket 5 Prinsip Perkembangan Manusia. Digilib.uinsby.ac.id
#Copyby: Debi Sanita.2018.konsep dan karakteristik perkembangan peserta didik. Www.academia.edu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FASE PERKEMBANGAN ANAK USIA 0 SAMPAI 7 TAHUN

Contoh sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari

CARA AGAR PROKER KKA SUKSES DAN DISUKAI MASYARAKAT DESA